PEKANBARU, HARIANBERANTAS- Dunia pendidikan di Kota Pekanbaru Provinsi Riau kembali tercoreng. Seorang siswi kelas 2 SMAN 18 Pekanbaru berinisial PI (17) melaporkan gurunya sendiri, AS, atas dugaan pelecehan seksual.
Aksi bejat oknum guru bahasa Indonesia tersebut diduga dilakukan saat kegiatan sekolah di wilayah Duri, Bengkalis. Saat korban tengah beristirahat karena kelelahan di dalam mobil, AS masuk dan melakukan pelecehan.
Ironisnya, pelaku juga merekam aksi tersebut di ponsel pribadinya.
Kepala sekolah menyebut ini hanya khilaf dan guru tersebut merasa bersalah. Kami sesalkan karena yang dipikirkan justru kondisi gurunya, bukan trauma korban yang kini harus menanggung beban mental***

