Prabowo Didesak Minta Maaf Karena Sebut Wartawan Londo Ireng

JAKARTA, HARIANBERANTAS- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk meminta maaf secara terbuka usai menyebut wartawan sebagai Londo Ireng dalam pidatonya di Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/07/2026).

Pernyataan itu berawal dari sorotan Prabowo terhadap pemberitaan media yang dinilai tidak berimbang. Ia menyinggung ada media yang membesar-besarkan satu sekolah yang belum diperbaiki di halaman depan, padahal pemerintah sudah memperbaiki 67.000 sekolah.

Dari kekecewaan itu, Prabowo menyebut masih ada mentalitas Londo Ireng yang kini berganti baju menjadi wartawan, pengamat, hingga LSM.

AJI menilai istilah Londo Ireng yang bermakna pengkhianat bangsa yang memihak penjajah sangat merendahkan profesi jurnalis dan berbahaya bagi iklim kebebasan pers.

AJI menegaskan kerja jurnalis dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan berfungsi sebagai kontrol sosial, bukan sebagai antek asing.

AJI juga mengingatkan pemerintah untuk tidak antikritik dan menyelesaikan sengketa pemberitaan melalui mekanisme Dewan Pers, bukan dengan pelabelan yang memicu stigma dan intimidasi terhadap jurnalis di lapangan***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *