BENGKALIS, HARIANBERANTAS- Pengelolaan Dana Bantuan Keuangan khusus. (BKK) program Bermasa di Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, menjadi sorotan publik. Pasalnya Sejumlah pekerjaan dilapangan diduga dijadikan ajang mencari keuntungan oleh oknum tertentu, salah satunya pada proyek pembangunan penerangan lampu jalan.
Proyek yang dikerjakan menggunakan Dana Bantuan keuangan khusus (BKK) program Bermasa kabupaten Bengkalis tersebut dilaksanakan pada Januari 2026, meski seharusnya pekerjaan telah dihentikan per 25 Desember sesuai ketentuan akhir tahun anggaran. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan tersebut terkesan dipaksakan.
Berdasarkan data anggaran, pembangunan lampu jalan tenaga surya sebanyak empat titik menelan pagu dana sebesar Rp.37 juta. Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), biaya per titik tercatat Rp. 9.250.000.
Namun fakta di lapangan menunjukkan perbedaan signifikan. Estimasi biaya riil per titik meliputi tiang lampu sekitar Rp1,3 juta, lampu solar cell Rp700 ribu, tapak Rp500 ribu, upah pemasangan Rp500 ribu, serta biaya operasional sekitar Rp, 1 juta.
Dengan rincian tersebut, total biaya satu titik lampu diperkirakan hanya sekitar Rp.4 juta, jauh lebih rendah dari nilai yang tercantum dalam RAB.
Perbedaan mencolok ini memunculkan dugaan kuat adanya mark-up anggaran, serta indikasi kongkalikong antara oknum pejabat desa dengan pelaksana kegiatan.
Masyarakat pun mendesak agar Inspektorat Kabupaten Bengkalis dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera turun melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Jika ditemukan unsur penyimpangan atau perbuatan melawan hukum, aparat penegak hukum diminta memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait agar Dana Desa tidak terus menjadi ladang penyalahgunaan yang merugikan masyarakat dan negara.
Sebelumnya, Pj Kepala Desa Pedekik, Muslimin saat dikonfirmasi via selulernya kepada Harian Berantas menerangkan jika kegiatan pembangunan lampu penerangan jalan di desa yang ia pimpin tersebut sudah terlaksana.
“Iya. Pekerjaan lampu penerangan jalan untuk Desa Pedekik sudah terlaksana, dan tak ada masalah” katanya***(Syofian).

